Alqur'an surat Al
baqarah ayat 62 :
"sesungguhnya orang-
orang mu'min, orang-
orang Yahudi, orang-
orang nashrani dan
orang-orang shabi'in,
siapa saja diantara
mereka yang benar-benar
beriman kepada Allah,
hari kemudian dan
beramal shaleh , mereka
akan menerima pahala
dari Tuhan mereka, tidak
ada kekhawatiran
terhadap mereka dan
tidak (pula) mereka
bersedih hati ….."
Ayat ini jelas
menggambarkan, bahwa
Allah mengutus seorang
Nabi (yang diturunkan
setiap kurun), yang
membawa berita wahyu
dari Tuhannya berupa
syariat agama yaitu kitab
suci, misalnya Taurat
yang diturunkan kepada
Nabi Musa untuk kaum
Yahudi ( Israel), Injil
kepada Nabi Isa As, Zabur
kepada Nabi Dawud dan
Alqur'an kepada Nabi
Muhammad Saw …..dan
apabila mereka
menjalankan syariat itu
(menurut kitab yang
diturunkan saat itu)
dengan benar maka
mereka akan
mendapatkan pahala dan
ketenangan sehingga
tidak merasakan
kekhawatiran dan
bersedih hati …..
Syariat agama-agama
terdahulu merupakan
bukti adanya kebenaran,
dan itu digambarkan oleh
Alqur'an ..bahwa Alqur'an
merupakan kitab
pembenaran agama-
agama sebelumnya dan
meluruskan prinsip-
prinsip yang telah
diselewengkan oleh para
pendeta atau rahib
sesudahnya…..Allah
berfirman : "Dia
menurunkan Al kitab
(Alqur'an) kepadamu
dengan sebenarnya,
membenarkan kitab yang
telah diturunkan
sebelumnya dan
menurunkan Taurat dan
Injil "( QS. Ali Imran :3 ).
Alqur'an adalah potret
peristiwa-peristiwa
(koleodoskop) yang
pernah terjadi sebelum
Muhammad. Allah
memberitakan kepada
generasi sesudah Nabi-
Nabi terdahulu …, untuk
meneruskan ajaran
tauhid yang sudah tidak
murni lagi, dan
meluruskan naskah-
naskah yang sudah
tercampur dengan
pikiran-pikiran manusia.
Hal ini terbukti dari
adanya kitab-kitab yang
tidak asli bahasa
induknya (karena naskah
aslinya sudah hilang, atau
tidak pernah dituliskan
pada masa itu) seperti
contohnya kitab injil,
dimana kitab itu baru
ditulis pada pertengahan
abad II M, atau lebih
tepat lagi sesudah 140
tahun kematian Yesus.
Pengarang-pengarang
atau penulis injil-nya
adalah Matius , Markus ,
Lukas dan Yahya.
Injil yang kemudian
menjadi resmi atau
kanonik, baru diketahui
lama sesudah itu,
meskipun redaksinya
sudah selesai pada
permulaan abad II.
Menurut terjemahan
ekumenik, orang mulai
menyebutkan riwayat-
riwayat injil mulai
pertengahan abad II,
akan tetapi selalu sukar
untuk menetapkan,
apakah riwayat-riwayat
itu disebutkan menurut
teks tertulis atau hanya
menurut ingatan-ingatan
fragmen dari tradisi lisan.
Sebelum tahun 140 tak
ada bukti-bukti bahwa
ada orang yang
mengetahui tentang
kumpulan-kumpulan
fasal-fasal injil.
Pada masa Nabi Adam
dimana peradaban
manusia saat itu adalah
sangat primitif jika
dibandingkan dengan
masa kita sekarang,
wahyu turun kepada
Adam dengan perangkat
yang sangat sederhana …
tidak ada hukum politik,
tidak ada hukum rajam,
tidak ada hukum waris,
tidak ada hukum jual beli
dan tidak ada hukum
perang dll …Tuhan
berfirman dengan bahasa
setempat dan disesuaikan
dengan keadaan
zamannya … kemudian
berkembanglah
peradaban manusia …
seiring dengan itu turun
pula wahyu-wahyu Tuhan
kepada peradaban yang
baru itu dengan
menurunkan ketetapan-
ketetapan hukum agar
manusia tidak saling
menghancurkan
… ..keadaan ini terus
berlanjut sampai kepada
Nabi yang paling populer
karena perlawanannya
terhadap kedzaliman
Raja fir'aun yang
mengaku sebagai Tuhan
serta kekejamannya yang
tidak memiliki
perikemanusiaan …. Hal
ini dicatat di dalam
sejarah agama-agama
langit ….bahwa Musa
adalah lambang
kepahlawanan, yang
memiliki jiwa yang keras ,
teguh tanpa mengenal
menyerah , keteguhannya
teruji karena Ia
bersandar kepada Allah
… .sekaligus kemenangan
tauhid yang paling besar
… . karena kalau dilihat
dengan kenyataan,
perangkat Musa di dalam
menghadapi Raja Fir'aun
tidaklah masuk akal
karena hanya terdiri dari
peralatan yang sangat
sederhana dengan
kekuatan pasukan yang
sangat sedikit …
dibandingkan dengan
Fir'aun yang banyak
memiliki kekuatan
pasukan terlatih dan
harta yang melimpah
serta pendukungnya yang
setia……apalah artinya
Musa, lidahnya yang
cacat sejak kecil
menyebabkan ia tidak
bisa berbicara dengan
fasih, Ia bukanlah
seorang orator ulung
yang mampu membakar
emosi masa …. dan Allah
mengutus saudara
sepupunya Harun, untuk
mendampingi di dalam
menghadapi ummat dan
menyampaikan wahyu
yang diturunkan kepada
Musa as (sebagai juru
bicara)
Musa dihadapkan kepada
dua persoalan, yaitu
persoalan kedhaliman
Raja Fir'aun dan
kekeraskepalaan kaum
Yahudi yang selalu tidak
puas atas pertolongan
Allah..Dan Nabi Musa
meyakinkan kepada
Ummatnya bahwa Allah
selalu bersamanya di
dalam kesempitan
(kesulitan), yaitu ketika
dikejar kaum kafir
sampai diperbatasan laut,
dimana akal orang-orang
Israel sudah tidak bisa
berbuat banyak untuk
melepaskan dari vonis
maut yang telah berada
didepan matanya …lalu
Allah berfirman kepada
Musa pukulkan
tongkatmu ke laut …
maka terbelahlah lautan
bebas itu, sehingga kaum
Israel bisa berjalan
melalui dasar lautan
sampai ke ujung pulau
diseberang sana
….kemudian Allah
menenggelamkan fir'aun
dan pasukannya ketika
mereka mengikuti
rombongan kaum Nabi
Musa sebelum mereka
sempat menangkapnya
….Inilah kisah yang
menggambarkan kepada
manusia bahwa sebesar
apapun kekuatan itu jika
dibandingkan dengan
kekuasaan Allah tidak
akan mampu menataki
sedikitpun. Hal ini telah
dibuktikan oleh Nabi
Musa kepada kaumnya
yang sering membantah
perintahnya. Kalau
kejadian diatas kita
simpulkan, kita dapat
melihat bahwa nabi Musa
mengajarkan sesuatu
yang sangat simple, yaitu
bersandar kepada Allah
(bertauhid) adanya Dzat
Allah yang selalu
melindungi hambanya
yang mendekat
(bergantung ) …inilah
misi setiap Nabi
diturunkan , yaitu
mengabarkan tentang
kebenaran Allah …bukan
kebenaran manusia atau
suatu bangsa .
07 November jam 11:23 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Kemudian ajaran
Nabi Musa ini memudar
setelah serangkaian
cerita israiliyat lebih
menonjol ketimbang
ajaran tauhidnya. Timbul
kebanggaan bahwa
orang-orang Israel adalah
kaum pilihan Tuhan yang
selalu disayang Tuhan
… .Israel adalah kaum
yang beradab dan
berderajat tinggi ….Sikap
ini bertambah laun
bertambah menyesatkan
kaum Israel karena
kebanggaan terhadap
ras, sehingga
menuhankan dirinya
sendiri Keadaan ini
menjadi sangat
memprihatinkan sehingga
turun Roh Kudus (Isa Al
masih) untuk
menertibkan keadaan
yang kacau balau …
dengan konsep kasih
sayang ….Allah
menunjukkan kesaksian
atas kaum Israel yang
congkak agar melihat
bahwa kekuasaan itu
turun dari Allah bukan
dari dirinya sendiri …
kehebatan Musa itu
berasal dari Allah. karena
Musa adalah salah satu
diantara hamba Tuhan
yang berpendirian kokoh
bahwa Allah adalah
segala-segalanya …..
( bahwa Nabi Musa
adalah hamba yang selalu
berharap dan bergantung
kepada Allah semata)
Sudah menjadi tabiat
manusia , jika kebenaran
itu muncul kepada kita
atau manusia lainnya ,
kadang kita sering
melupakan dari mana
sebenarnya kebenaran
itu berasal. Kita menjadi
angkuh tatkala sudah
mendapatkan rezki yang
banyak dan kaya raya,
kita mengatakan akulah
yang paling hebat dari
pada kalian yang miskin.
Begitupun orang yang
pandai atau yang
kuat ..dia berkata akulah
yang paling hebat dan
kuat ..sehingga
melupakan kekuatan itu
berasal dari Allah ….Hal
ini dialami orang atau
bangsa-bangsa yang
pernah menjadi masyhur
karena pertolongan Allah
seperti kaum Yahudi yang
tertindas oleh Fir'aun,
ketika mereka telah
menjadi orang yang
terhormat mereka lantas
melupakan Tuhannya …
malah mengagumi
bangsanya yang hebat,
yang mampu
mengalahkan Fir'aun …
serta mampu menghadapi
rintangan sesulit
apapun ..Euphoria yang
berlebihan itu
menyebabkan kaum
Yahudi menjadi bangsa
yang congkak dan keras
kepala sampai kini.
Allah menurunkan Nabi
Isa untuk membuktikan
kekuasaan itu berasal
dari Allah bukan dari
suatu kaum atau
manusia. Yesus
merupakan bukti
kebenaran hakiki melalui
mukjizat dari Allah atas
kelahirannya yang tidak
berbapak,
menyembuhkan orang
yang sakit,
menghidupkan orang
mati, menyembuhkan
orang sakit kusta, dan
orang buta ….
Keadaan ini
menyebabkan orang-
orang Yahudi tidak
menerima kehadirannya,
karena akan mengancam
eksistensinya sebagai
kaum yang terbaik yaitu
kaumnya Nabi Musa sang
perkasa ….. mereka tidak
mengakui Isa (Yesus)
sebagai Rasul Tuhan
… .Nabi Isa turun untuk
menyatakan bahwa Allah
adalah Esa, seluruh langit
dan bumi adalah sebagian
dari kerajaan Allah yang
di kuasai-Nya ….artinya,
Yesus datang hanyalah
untuk memberitakan
adanya Allah yang Maha
kuasa dan menyampaikan
bahwa dirinya telah
diutus sebagai Rasul
untuk meneruskan ajaran
Tuhan yang telah
disampaikan oleh
pendahulunya yaitu Nabi
Musa, yang hanya
menerima ajaran the ten
comandement, yang
seharusnya berkembang
sesuai dengan
perkembangan
peradaban manusia.
Sebab manusia adalah
makhluk yang dinamis.
Kebencian terhadap
Yesus menyebabkan
Yesus harus menerima
perlakuan yang tidak
baik dari kaum Yahudi.
Perlakuan Yahudi
terhadap kekasih Allah
ini membuat pengikut
Yesus sedih dan hampir
tidak percaya hal itu
terjadi kepada orang
yang sangat dikasihi
Allah . hal ini pernah di
alami oleh pendahulu
Yesus yaitu Nabi Zakariya
yang mati digergaji oleh
kaum kafir , juga Nabi-
Nabi sebelumnya telah
banyak Mati terbunuh.
Bagi orang Israel, hal ini
tidak boleh terjadi
karena manusia suci itu
tidak mungkin mati
terbunuh, apalagi
kematiannya seperti
terhinakan di gantungan
kayu salib atau digergaji.
Sehingga mereka
beranggapan bahwa
Yesus sedang dipanggil
Allah, sebagai penebus
dosa bagi kaum Israel.
Pendapat ini berkembang
menjadi bahwa Yesus
adalah anak Allah
….sampai sekarang …
Penyebutan Tuhan
kepada orang-orang suci
seperti kepada Nabi Isa
telah ada sejak
peradaban manusia itu
berkembang …(sebelum
Masehi) ,seperti terjadi
kepada Sri Krishna, Sang
Budha Sidharta Gautama,
Raja Fir'aun , Uzair,
Hercules dll .
Kepercayaan itu muncul
setelah melihat
kelebihan-kelebihan yang
luar biasa (berupa
mukjizat) dan kharisma
sang pemimpin, lantas
mengalami kekecewaan
yang maha hebat setelah
terjadi peristiwa yang
mustahil dilakukan orang
lain terjadapnya.
Kepercayaan tersebut
masih bercampur dengan
cerita-cerita yunani kuno
yang menggambarkan
tentang Tuhan
sebagaimana manusia,
berbapak, beribu,
beranak, bersaudara dll
Kekecewaan semacam ini
hampir saja terjadi
kepada Nabi Muhammad
ketika wafatnya ….
Waktu itu Umar bin
Khatthab berkeliling
kampung sambil
berteriak mengatakan,
siapa yang mengatakan
Muhammad itu mati !!
tiba-tiba suasana terasa
mencekam … karena
takut akan terjadi apa-
apa. Abu Bakar berkata :
"siapa yang menyembah
Muhammad,
sesungguhnya
Muhammad telah Mati !!"
Perkataan Abu bakar
yang lembut dan tegas ini
membuat jantung Umar
bin Khattab seakan
berhenti sesaat ..lalu
merontokkan emosinya
yang bergelegak …dan
Umarpun sadar …..bahwa
Rasulullah pernah
bersabda : Janganlah
kalian seperti orang-
orang Nasrani yang
mengagungkan Isa
dengan sangat berlebihan
…
ianggap Tuhan berada di
dalam dirinya. Tradisi
kuno ini masih
mempengaruhi ummat
Yesus yang
ditinggalkannya ... …
sampai sekarang .
07 November jam 11:25 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Di Indonesia, ada
sebagian orang Jawa di
pedesaan menganggap
Mantan Presiden RI-1
Soekarno itu belum
meninggal, bahkan sering
muncul di daerah asal
kelahirannya (Blitar) atau
kadang ia berada di
Istana Bogor (benar
tidaknya wallahu a'lam).
Di daerah Jawa Barat,
Prabu Siliwangi (Raja
Pajajaran) dianggap
masih hidup sampai
sekarang (di Istana
Bogor) yang hal ini
bermula karena beliau
adalah Raja yang sangat
dikagumi oleh rakyatnya
ditanah Pasundan, namun
dengan terpaksa ia harus
menyerah kalah dengan
kerajaan Islam di Jawa.
Pengikut Prabu Siliwangi
tidak dapat menerima
kenyataan tersebut dan
menganggap beliau
bukan/tidak mati tetapi
hanya Muksa (Masuk ke
alam Ghaib) dan
menjelma sebagai
Harimau. Mitos itu
sampai sekarang masih
melekat pada sebagian
masyarakat Pasundan
(Jawa Barat)
Kisah Yesus dianggap
Tuhan oleh ummatnya,
sebenarnya telah banyak
terjadi semenjak kaum
primitif kesulitan
mengungkapkan masalah
wujud Tuhan. Sehingga
dengan sangat sederhana
membuat sarana-sarana
yang memudahkan
pikirannya tertuju
kepada objek Tuhan yang
tidak tampak (Ghaib).
Sehingga ia
menggambarkan tentang
Tuhan kepada apa yang
dipikirkan (konsepsi
manusia) dengan sesuatu
yang sangat besar dan
menakutkan atau
berwibawa .
Konsepsi primitif ini
sangat sederhana dan
mudah mencari
padanannya dalam
pengungkapannya,
misalnya dengan
membuat patung-patung
besar dengan wajah yang
menakutkan, gunung
yang paling tinggi seperti
Gunung Fuji di Jepang,
Gunung Maha Meru di
India atau Sungai yang
sangat besar seperti
Gangga …. Dengan
mengungkapkan keadaan
atau melambangkan sifat
ketuhanan .Umat Hindu
menggambarkan sifat
Tuhan Yang Maha
Pencipta dengan wajah
seorang Yang Arif dan
bertangan banyak,dan
ungkapan bahwa Tuhan
adalah Sang Perusak
digambarkan dengan
wajah yang menakutkan
dan sangar, atau Sang
Pemelihara digambarkan
dengan wajah yang teduh
dan menyenangkan.
Semuanya terwujud
dalam tiga sifat tetapi
satu, yaitu TRIMURTI
terdiri dari Brahmana,
Siwa, dan Wisnu. Semua
itu adalah sifat Tuhan
Yang Maha Esa (Sang
Hyang Widi Wasa) yaitu
Brahman Yang Agung,
yang tidak berupa, tidak
laki-laki atau perempuan,
tidak bisa dibayangkan
dengan pikiran dan tidak
sama dengan makhluknya
terangkum dalam mantra
suci "AUM" yang berarti
tidak mampu seluruh
kata menggambarkan-
Nya, dari terbukanya
mulut( Aa) sampai
terkatupnya mulut.(Um)
Demikan juga ajaran Tao,
yang mengatakan semua
alam berada didalam
keabadian dan segala
alam adalah liputan-Nya.
TAO adalah wujud yang
tidak tergambarkan ,
tidak laki-laki dan tidak
perempuan. Dialah yang
Universal yang
menggerakkan alam
semesta. dilambangkan
dengan Yin dan Yang.
Tokoh yang membawakan
ajaran ini adalah Chuang-
Tsu (369 SM-286 SM ) atau
lebih dikenal dengan
Confucius dan agamanya
disebut Confucianisme
(belakangan orang
banyak mengagungkan
beliau sehingga
patungnya dijadikan
untuk perantara menuju
Tao).
Didalam ajaran Budha
dikenal dengan
keabadian sejati atau
Hong Wilaheng sekaring
bawana langgeng , bahwa
dibalik semua alam ini
adalah Keabadian.
Semuanya diliputi oleh
keabadian Dzat Yang
Mutlak ( Tuhan ). Ajaran
ini dibawakan oleh Sang
Budha Gautama.(namun
akhirnya sang Budha di
jadikan Objek
ketuhanan , karena sang
Budha adalah Tuhan itu
sendiri)
Dalam kitab Samuel yang
kedua pasal 7 ayat 22
disebutkan sebagai
berikut : " maka sebab
itu besarlah Engkau, ya
Tuhan Allah karena tiada
yang dapat disamakan
dengan dikau dan tiada
Tuhan melainkan Engkau
sekedar yang telah kami
dengar dari telinga
kami."(akan tetapi Yesus
dijadikan objek
ketuhanan karena
dianggap Yesus adalah
anak Allah, karena di
dalam Yesus adalah
Allah ) .
07 November jam 11:26 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Kalau kita
perhatikan seluruh
agama yang ada (sebelum
Islam), masih tersisa
pesan-pesan tentang nilai
ketuhanan yang
Menggambarkan
kelanggengan
(keabadian) bentuk Dzat
Yang tidak
tergambarkan, itulah
Tuhan Yang Hakiki ….yang
menggerakkan alam,
meliputi segenap
keadaan, tidak bisa
diserupakan dengan
keadaan atau makhluk
ciptaan, tidak terikat
oleh kata, waktu dan
ruang karena Dia adalah
La syarkiyyah wala
Gharbiyyah (tidak timur
dan tidak barat), Yang
awal dan Yang Akhir ,
HUU , Dia Alfa Omega,
Dialah AUM, OM dan
Dialah TAO …( inilah
WUJUD kemurnian
tentang Dzat Tuhan yang
merupakan Misi setiap
agama ) akan tetapi hal
ini menjadi rancu, ketika
orang sudah mengaitkan
dengan kefanatikannya
terhadap sang utusan.
Sehingga tidaklah heran
mereka menganggap
orang yang suci seperti
nabi-nabi adalah
AFATHARA, yang menjadi
perantara kalam ilahy
(afathara/ Bethara)
dengan jalan emanasi
kepada manusia.Kasus
ketuhanan Yesus
sebenarnya tidak ada
bedanya dengan agama-
agama purba lainnya,
karena selalu berakhir
dengan "Penuhanan"
pemimpin atau Utusan
Tuhan karena dianggap
Tuhan berada di dalam
dirinya. Tradisi kuno ini
masih mempengaruhi
ummat Yesus yang
ditinggalkannya ... …
sampai sekarang .
Mengapa Islam
diturunkan ke Dunia ??
Sebelum saya berbicara
mengenai kemurnian
Dzat mutlak, marilah kita
bahas terlebih dahulu
mengenai kemurnian
naskah-naskah ajaran
agama.
Naskah-naskah ajaran
agama banyak yang
sudah bercampur dengan
mitos Yunani, Israiliyat,
dongeng purbakala,
Negeri Antah Berantah,
Kerajaan Dewa-Dewa,
Kekuasaan Ular Naga dll.
Sampai sekarang masih
tidak jelas kapan naskah
tersebut dituliskan dan
dibukukan dengan
kesaksian yang dapat
dipercaya, padahal
ajaran-ajaran itu hadir
pada ribuan tahun yang
lampau, dimana sumber
berita-beritanya tidak
bisa diambil rujukan
kebenarannya. Taoisme
sudah ada ribuah tahun
Yang lalu. Veda yang
merupakan kitab
pegangan orang-orang
yang beragama Brahma
atau Hindu mulai dikenal
antara tahun 1150 dan
tahun 1000 sebelum
masehi. Kitab Tripitaka
yang merupakan kitab
suci agama Buddha, lahir
tahun 563 sebelum
masehi, yang dipimpin
oleh Sidharta Gautama,
dan sampai sekarang
belum ditemukan naskah
aslinya. Kitab-kitab
agama-agama samawi
seperti Taurat, Zabur dan
Injil sampai sekarang juga
belum ditemukan naskah
aslinya. Apakah dilakukan
tradisi penulisan atau
tradisi lisan dan hafalan
yang disampaikan dari
mulut-kemulut …..???
Sebagai contoh, kitab Injil
…… pengarang kitab injil
bukan murid Yesus secara
langsung. Pada tahun-
tahun pertama setelah
munculnya agama Kristen
beredarlah bermacam-
macam tulisan mengenai
Yesus. Tulisan-tulisan itu
tidak dianggap autentik
dan Gereja
memerintahkan supaya
tulisan-tulisan itu
disembunyikan. Inilah
asal timbulnya kata :
apokrif (injil yang
disembunyikan ). Dari
teks tulisan tulisan
tersebut ada sebagian
yang terpelihara baik
karena mendapat
penghargaan umum,
seperti surat atau ajaran
Barnabas, tetapi banyak
lainnya yang dijauhkan
secara brutal, sehingga
yang ada sekarang hanya
sisa-sisanya dalam bentuk
fragmen. (begitulah yang
dikatakan oleh
terjemahan Ekumenik).
Tulisan yang dianggap
tidak autentik, karena
dianggap sebagai
penyebab kesesatan,
maka tulisan-tulisan
tersebut dianggap tidak
ada. Walaupun begitu,
injil orang Mesir yang
diketahui oleh pendeta-
pendeta gereja,
mempunyai kedudukan
yang hampir sama
dengan injil Kanon.
Begitu juga injil Tomas
dan injil Barnabas.
Diantara tulisan-tulisan
apokrif (yang
diperintahkan gereja
supaya disembunyikan)
banyak yang memuat
perinci-perinci yang
bersifat khayalan, yaitu
yang dihasilkan oleh
imaginasi orang awam.
07 November jam 11:27 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Hampir semua
kitab-kita agama yang
ditulis sekarang, telah
mengalami reduksi dalam
pengertian aslinya,
karena kita tidak
mendapatkan data
bahasa Asli dari sang
pembawa kebenaran
tersebut. Kenapa harus
ada yang berbahasa
asli ?? karena bisa jadi
bahasa melayu tidak
mampu mengungkapkan
makna kata yang
disebutkan dalam kitab
yang berbahasa Inggris,
dan bahasa Inggris tidak
mampu menuangkan
makna kata yang tersirat
dalam bahasa arab
misalnya. Hal inilah yang
akan merusak
keautentikan naskah,
karena setiap budaya
bahasa di dalam
pengungkapan makna
terkadang memerlukan
pembahasan yang lebih
panjang. Misalnya "kata
bahasa arab mengatakan
"bashirah" diterjemahkan
kedalam bahasa
Indonesia menjadi " hati
yang paling dalam atau
suara hati yang paling
murni" , namun bahasa
jawa mampu menangkap
kata itu hanya dengan
satu kata yaitu " RAHSA".
Karena bahasa memiliki
kemampuan
pengungkapan makna
yang berbeda-beda
disetiap bahasa di dunia,
maka akan sangat riskan
sekali jika suatu kitab
atau naskah sudah tidak
memiliki bahasa Aslinya.
Dengan adanya kitab
berbahasa asli, salah
pengertian karena salah
tafsir bisa dihindari.
Apalagi bahasa setiap
bangsa berkembang
sehingga dengan
demikian kitab-kitab
yang tidak memiliki
bahasa baku akan
mengalami perubahan
setiap saat. Apabila kitab
agama sudah tidak
memiliki bahasa asli,
maka kitab itu bukan/
tidak memiliki bahasa
wahyu lagi , akibatnya
banyak kesimpang siuran
naskah maupun makna.
Hal di atas berbeda
dengan Bahasa Alqur'an,
yang tidak pernah
mengalami perubahan
bahasa, kalaupun
diterjemahkan kedalam
bahasa asing tidak
meninggalkan bahasa asli
disampingnya. Hal ini
untuk memudahkan
pembaca agar mengerti
bahwa pengertian bahasa
itu haruslah sesuai
dengan pengertian yang
tertulis dalam bahasa
Aslinya. Dengan demikian
Alqur'an akan terhindar
dari pengertian yang
salah dan rendah jika
bahasa asing itu ternyata
tidak mampu menangkap
makna bahasa Alqur'an
yang tinggi ….Persoalan
keautentikan naskah ini
sangat penting, sebab
wahyu tidak boleh
bercampur dengan
kebohongan manusia
atau bercampur dengan
kelemahan pikiran
manusia yang setiap saat
berkembang. Dari naskah
inilah kita bisa
memahami kebenaran
suatu ajaran agama.
Mari kita telusururi
naskah Alqur'an dengan
menghimpun data-data
yang mutawatir untuk
mencari kejelasan
informasi yang masih
terhitung agama yang
paling muda dari agama-
agama sebelumnya.Cara
Rasulullah menyampaikan
Alqur'an kepada sahabat
dan menyuruh
menulisnya.
Rasulullah telah
menerima wahyu dari
Allah, lalu membacanya
dihadapan sahabat, serta
menyuruh para kuttab
(penulis wahyu)
menulisnya. Setiap telah
cukup satu surat
turunnya, Nabi memberi
nama kepada surat itu,
sebagai tanda yang
membedakan surat itu
dengan surat yang lain.
Nabi menyuruh
meletakkan " basmallah"
di permulaan surat yang
baru, atau di akhir surat
terdahulu letaknya.
Demikian pula di tiap-
tiap turun ayat, nabi
menerangkan tempat
meletakkan ayat-ayat
itu, nabi katakan :
letakkan ayat ini sesudah
itu, disurat Al baqarah
misalnya. demikianlah
Nabi perbuat sehingga
sempurnalah Al qur'an itu
diturunkan dalam tempo
23 tahun lebih kurang ( 22
tahun 2 bulah 22 hari).
Disamping terdapat yang
menghafal Alqur'an, pada
saat itu banyak pula yang
menulis ayat suci. Para
juru tulis Rasul yang
masyhur ialah ; Abu
Bakar , Umar, Ustman,
Ali , Amir ibn Fuhairah .
Ubai ibn Ka'ab, Tsabit
ibnu Qais ibn Syammas ,
Zaid ibnu Tsabit,
Muawwiyah ibn Abi
Sufyan dan beberapa
orang lainnya. Kata ibn
Atsir Al jazary daslam
kitab An Nasyr: sahabat
yang menghafal Alqur'an
dimasa nabi masih hidup
banyak sekali. Mereka
tidak memerlukan
menulis Alqur'an oleh
karena mereka sangat
baik hafalannya. Diantara
para sahabat yang
menghafal Alqur'an
adalah ; Abu Bakar Ash
shiddiq ra., umar ibnul
Khaththab ra, Ustman ibn
Affan ra., Ali ibn Abi
Thalib ra. thalhah, Sa'ad,
Hudzaifah, Salim, Abu
Hurairah, Abdullah ibnu
Mas'ud, Abdullah Ibnu
Abbas, Amer ibn `Ash,
Abdullah ibn Amer ibn
`Ash, Muawwiyah, Ibnuz
Zubair, Abdullah Ibn Assa-
ib, Aisyah ummul
mukminin ra, Hafsah
ummul mukminin (Hafsah
ini juga terhitung seorang
ahli tulis pada masa itu),
ummu salamah ummul
mukimin dll
07 November jam 11:27 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Kebenaran suatu
agama tergantung dari
kebenaran atau kesucian
kitabnya. Apakah ia
betul-betul dari Tuhan
ataukah hanya tulisan
manusia belaka. Bisa jadi
pada mulanya, ia adalah
wahyu Tuhan, kemudian
dirombak dan diubah
sedemikan rupa untuk
disesuaikan dengan
keyakinan dan filsafat
tertentu. Kriteria
pertama sebagai tolok
ukur kebenaran dan
kesuciannya, adalah ia
tidak dicampuri oleh hasil
pikiran dan angan-angan
manusia, serta bebas dari
kesalahan. Sebab, Tuhan
yang Maha benar adalah
sumber dari segala
kebenaran dan mustahil
Dia melakukan
kesalahan. Dengan
demikian, wahyu dari
Tuhan pasti tidak akan
pernah salah dan tidak
akan mengalami
perbaikan, perubahan,
penambahan, ataupun
pengurangan sedikitpun.
Jika ada kitab yang
dianggap suci mengalami
hal tersebut, berarti ia
bukan kitab suci,
melainkan hanyalah
tulisan manusia belaka
yang mengaku wakil
Allah yang memegang
otoritas untuk menulis
kitab suci. Padahal itu
semua tidak bisa
dipertanggung jawabkan
kebenarannya. Setiap
orang Kristen pasti tidak
akan menyangkal bahwa
didalam kitab sucinya
terdapat banyak
kesalahan dan
pertentangan antara
ayat-ayatnya, yang tidak
bisa dipertemukan, serta
sering mengalami revisi
atau perbaikan.
Disamping itu, selamanya
mereka tidak akan
mampu menunjukkan
kitab sucinya yang betul-
betul dari Yesus (Nabi
Isa). Sudah terbukti , Injil
sekarang bukanlah Injil
Yesus, melainkan hasil
karangan orang-orang
yang tidak pernah
berjumpa dan mengenal
Yesus. Jika diteliti lebih
lanjut, pasti akan
terungkap, bahwa injil
yang dipegang oleh
pemeluk agama Kristen
sekarang adalah kitab
suci hasil karangan
paulus dari Tarsus yang
mengaku mendapatkan
mandat dari Yesus
melalui (alam) ghaib
untuk menyebarkan
agama Kristen sehingga
menimbulkan
pertanyaan : Agama
Kristen sekarang ini
apakah agama Yesus
ataukah agama Paulus ??
Sebagaimana diketahui ,
bahasa yang dipakai oleh
Yesus sehari-hari adalah
bahasa Aram. Lalu
mengapa Injil bahasa
Aram tidak ada,
kemudian berubah
menjadi bahasa Yunani.
Mengapa Injil Matius,
Lukas dan Markus
terdapat kesamaan,
sehingga disebut injil
synopsis, sedangkan Injil
Yahya (Yohanes) sangat
berbeda ? Berikut ini
adalah proses
terbentuknya kitab
perjanjian baru.
Tahun 30 ……Penyaliban
Tahun 50 ……surat
pertama Paulus
Tahun 62 ……surat paulus
terakhir
Tahun 65-70 Injil Markus
Tahun 70 ? …. Surat
Paulus kepada Jemaat
Ibrani
Tahun 80 …….Injil Lukas
Tahun 85-89 …Injil Matius
Tahun 90 ……..Kisah Rasul
Tahun 90-100 …Injil Yahya
(Yohanes) dan surat
pertamanya
Tahun 95-100 …Kitab
Wahyu
Tahun 100 ? …..Timotius 1
dan 2, dn Titus
( dikutip dari ` The Origin
and Transmission of The
New Testament , oleh
L.D. Twilley B.D , 1957, hal
51. )
Karena proses
terbentuknya kitab suci
perjanjian baru seperti
diatas, maka Alkitab
tidak bisa dijamin
keabsahannya dan tidak
bisa dipertanggung
jawabkan kebenaran dan
keotentikannya.
Demikian saya tidak akan
terlalu jauh membahas
persoalan kebenaran
suatu ajaran agama
sampai detail, kecuali
secara global bahwa
kebenaran itu tidak bisa
menurut perkiraan dan
angan atau menurut
orang tua kita secara
turun temurun sehingga
nilai objetifitasnya tidak
ada. Kita harus berani
mengambil sikap …kalau
memang kita benar-
benar mencari
kebenaran.Bukan karena
propaganda pendeta atau
kyai tanpa
mempertimbangkan
dengan jujur.
Mari kita kembali
membahas masalah
kemurnian Dzat Mutlak
yang bisa menjelaskan
mengapa Islam
diturunkan ke Dunia.
Telah diakui dan
disepakati oleh semua
agama bahwa Dzat
Mutlak tidak bisa
digambarkan, tidak laki-
laki dan tidak
perempuan, tidak bisa
diserupakan dengan
ciptaan-Nya. Konsep Laa
ilaha illallah …tiada ilah
kecuali Dzat Mutlak,
merupakan sesuatu yang
disepakati dalam bahasa
Universal. Bahwa diatas
makhluk ada kemutlakan
yang semuanya
bergantung kepada-Nya
( tai-chi ). Atau semua
alam bergantung kepada
TAO, dan Hong wilaheng
sekaring bawana
langgeng istilah arabnya
Rabbul `alamin (tempat
bergantungnya alam
semesta) , bahwa sesuatu
yang bergantung adalah
lemah., yaitu sesuatu
yang bisa
digambarkan.berupa
alam-alam ciptaan. Jika
dalam bermeditasi atau
bersembahyang, fikiran
dan jiwa kita di arahkan
kepada objek yang
berupa alam (apakah itu
bayangan diri sendiri,
bentuk patung, irama
nafas, membayangkan
wajah guru suci, anak
Tuhan dll ), maka kita
akan terhambat kepada
alam fikiran atau alam-
alam ciptaan, yang tidak
akan mampu menembus
alam ketuhanan Mutlak,
karena Allah atau Tao
bukanlah alam. Jika sang
meditator melihat
sesuatu yang seperti
digambarkan dalam
pengalamannya ..berarti
dia masih berada di
wilayah ciptaan …bukan
kepada Dzat Mutlak
(tersesat/ reinkarnatie )
07 November jam 11:28 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Mutlak artinya
tidak tersentuh
sedikitpun oleh alam,
sehingga untuk melihat-
Nya harus meninggalkan
alam (Moksa), bukan
menuju alam, akan tetapi
menyadari bahwa alam
adalah fana (tiada). Kalau
kita masih merasakan
"keadaan" berarti kita
dalam penyatuan dengan
yang Mutlak artinya kita
tidak melepaskan ketidak
hakikian kita menjadi
hakiki yang sebenarnya.
Sarana atau perantara
meditasi merupakan
hambatan menuju yang
Mutlak dalam bahasa
Islam disebut Syirik, yaitu
mencampurkan alam
benda (sesuatu yang bisa
dijangkau oleh fikiran)
dengan Yang hakiki
ketika bermeditasi atau
bersembahyang.
Akibatnya mereka akan
berhenti kepada alam-
alam (alam spiritual)
yang masih jauh dari
kebenaran Mutlak.
Karena bagaimanapun
bentuk alam itu masih
dikategorikan alam, yang
berarti masih berada
dalam kekuasaan Allah
atau TAO. Untuk
mencapai kebenaran
Mutlak harus
meninggalkan ikatan
alam-alam termasuk
sarana-sarana ( patung,
manusia, gunung,
matahari, roh suci dll)
karena semuanya masih
berupa alam.Tuhan itu
Esa tidak bisa disentuh
oleh pikiran ( tak
terbayangkan, tak
terdifinisikan) Dialah
TAO !! Selama pikiran kita
bergerak untuk
menciptakan gagasan
tentang Tuhan, maka kita
akan berhenti kepada
gagasan itu.
Selama orang itu
bersembahyang menuju
objek yang bisa
dibayangkan (anak Allah,
dewa, patung,Gunung,
guru suci) maka orang itu
telah terikat kepada
alam-alam, tidak akan
mampu menembus Dzat
yang Mutlak, dan
berhenti kepada gagasan
alam semesta. Mereka
menemukan kekuatan-
kekuatan alam atau
bahasa Alam bukan Tao
itu sendiri. Demikian juga
orang shalat jika di dalam
shalatnya menuju kepada
yang tidak jelas
(ngelantur, melamun)
maka objeknya adalah
lamunannya sendiri
sehingga ia tidak mampu
menembus (mi'raj)
menuju Dzat Mutlak
( Aqimish shalata li dzikri,
dirikan Shalat untuk
menuju Aku yang Mutlak,
QS. Thaha:14 )
Di dalam Bhagavad Gita
disebutkan, barang siapa
sesembahannya (objek
meditasinya) kepada roh
alam maka ia akan
kembali kepada roh alam,
barang siapa
sesembahannya kepada
dewa-dewa maka ia akan
mati kembali kepada
dewa-dewa, dan akan
menjalani reinkarnasi.
Akan tetapi jika
sesembahannya kepada
BRAHMAN Yang Agung,
maka ia akan kembali
kepada keabadian
Mutlak, dan tidak akan
reinkarnasi.
Di dalam ajaran Budha
disebutkan, konsep dari
personalitas ego adalah
sesuatu yang
digambarkan oleh pikiran
yang diskriminatif yang
harus ditinggalkan. Di
lain pihak, Budha alami
adalah sesuatu yang
tidak bisa di
diskriminasikan dan harus
diselidiki di satu rasa
bukanlah ego dalam rasa
" Aku dan kepunyaanku" .
(The teaching of Buddha)
Didalam ajaran Taoisme
mengatakan, agar dapat
menyatu (sampai) dengan
ketunggalan besar ( Yang
Maha Besar ) manusia
bijaksana harus
mengatasi serta
melupakan pemilahan
diantara barang sesuatu
dengan barang yang
lainnya. Jalan untuk
dapat bersikap demikian
ialah dengan
mengesampingkan
pengetahuan ( tidak
berbuat syirik/
mengabaikan konsepsi
manusia) dan merupakan
metode yang dipakai oleh
kaum Tao untuk
mencapai sikap
bijaksana.
Injil juga melarang syirik
seperti diungkapkan pada
surat Matius 7: 21-23
Bukannya tiap-tiap orang
yang menyeru Aku,
Tuhan, Tuhan akan masuk
kedalam kerajaan syurga,
hanyalah orang yang
melakukan kehendak
Bapakku yang disyurga .
Pada hari itu kelak
banyak orang yang akan
berkata kepadaku;
Tuhan, Tuhan, bukankah
dengan nama Tuhan kami
mengajar, dan dengan
nama Tuhan kami
membuangkan setan, dan
dengan Nama Tuhan kami
mengadakan banyak
mukjizat. Pada ketika itu
Aku akan berkata kepada
mereka itu dengan nyata:
bahwa tiada pernah aku
mengenal kamu, undurlah
daripadaku, hai kamu
yang mengerjakan jahat.
Kesimpulan dari setiap
ajaran agama adalah
mencapai kebenaran
Mutlak dengan cara
meninggalkan
pengetahuannya
(konsepsi pikirannya
tentang gambaran Tuhan
yang tak terdifinisikan)
yaitu Tauhid MURNI.
Dengan demikian Islam
adalah agama
pembenaran agama-
agama terdahulu ( Ali
Imran:3) dan sekaligus
menyempurnakan
peradaban yang dianggap
sudah tidak relevan lagi
pada masa sekarang.
Islam diturunkan ke
Dunia sebagai misi
penyelamatan dari
campur tangan mitos
manusia tentang Tuhan,
yaitu memurnikan nilai
ketuhanan yangbersifat
ESA. Menafikan segala
bentuk ketuhanan
kecuali Allah Yang Esa ,
tidak tergambarkan oleh
konsepsi manusia dan
tidak seperti apa yang
dipirkan oleh pikiran dan
perasaannya yang dalam
bahasa Alqur'an disebut
sebagai Tauhid yaitu
gambaran tentang Tuhan
secara hakiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar